Aku dilahirkan dari keluarga
sederhana yang artinya tidak kaya dan tidak terlalu miskin. Karena rasa syukur ini kamipun sekeluarga tercukupi.
,,,,,,bapakku seorang wirausaha,,,,mungkin
bisa disebut penjual ikan tapi yang beliau jual adalah ikan hias. Beliau
membeli ikan hias dari agen yang besar kemudian ditampung dikolam rumah sebelum
dipasarkan atau dijual di solo,tepatnya pasar gede. Jadi jangan heran rumahku dulu ada beberapa
kolam ikan karena untuk menampung ikan sementara.
Dibantu ibukku
yang juga sebagai partner kerja bapak apabila bapak dirumah. Beliau berdua duet
yang serasi dan kompak saat bekerja.
Dari cerita ibu dan bapak,,,,, dari
empat bersaudara akulah yang paling nakal sering membuat repot kedua orang
tuaku. Yaaaaa Mungkin karena aku anak terakhir kali heheheh
Pada waktu kecil,ketika beliau bekerja saya menangis karena lapar ,keinginan
saya tidak dituruti . Masyaallah ibu bergegas menghampiriku dan
menggendongku. Setelah ditimang-timang dan akhirnya diam aku ditinggal karena ibu harus membantu bapak bekerja. Beberapa menit
kemudian akupun menangis lagi,ya namanya anak kecil pengen selalu dekat sama
ibuk mungkin. Tidak mengenal lelah akupun digendong sambil bekerja dibelakang bahu dengan SEWEK dalam bahasaku atau kain yang panjang.
Sedikit terbayang
di memori otakku Memang benar aku slalu merepotkan kedua orang tuaku terutama
sang ibu.
…..ibu maafkan aku yang belum bisa
membahagiakan engkau,,dalam hatiku menangis ketika mengingat perjuanganmu.
Apa yang sudah aku berikan kepada
mereka berdua. Belum ada sama sekali belum cukup untuk membayar keringatnya.
Bahkan walaupun sampai aku mati aku tidak bisa membalas pengorbanan dan
perjuangannya.
,,,,,,Sebagai anak,,sering aku mengatakan
Ibu manusia paling cerewet sedunia,beliau terus memberi nasihat-nasihat lagi
tiada habisnya. Saat kecil Ibuku takut saat aku bermain atau berpergian jauh,
ketika aku menangis meminta apa yang kuinginkan,ibu slalu berusaha untuk memenuhi
tanpa melihat kondisi ekonominya.
Tetapi apakah ibu pernah
mengeluh?????? Tidak pernah,,apapun caranya beliau ingin yang terbaik buat
anaknya. Dia bekerja memeras keringat untuk apa,,bukan lain untuk mengenyangkan
perut anaknya. Pernah mikir nggak kalian,,begitu keras hidup mereka,beliau berjuang
untuk kita,menahan lapar, menahan lelah demi membesarkan anaknya.
Sedikit cerita,,,,,,,
Suatu ketika ada tetangga memberi makanan
jumlahnya gak terlalu banyak sih,,,ibu langsung memanggilku dan suruh makan ,akupun
bertanya,”ini makanan semua buat aku kah??? La ibuk gmana sudah makan”??
jawabnya,”sudah ibu sudah kenyang. Setelah saya makan dan akhirnya tidak habis makanan
itu saya taruh di atas meja. Beberapa menit kemudian ibuku menghabiskannya.
Ini suatu kebohongan yang selalu
dan selalu dilakukan seorang ibu. Ibu berbohong demi anaknya,,beliau rela lapar
demi aku.
"kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku selalu ditimang
oh bunda ada dan tiada dirimu
kan slalu ada didalam hati"
Terimakasih bapak dan ibuk sudah
bersabar untuk membesarkanku. Maafkan saya yang slama ini belum bisa membuat
kalian tersenyum,,yang ada malah marepotkan kalian.
love all



